Serba serbi mobil transmisi matic

Posted on January 7, 2008. Filed under: car |

from : http://www.astraworld.com/?act=tips&id=2007111409000036&cat=2&start=6

Lihat Deep Stick untuk Merawat Transmisi Matik

Mobil rekan kita ini juga bertransmisi matik. Karena itu, “Bagaimana jika kita terjebak di jalan yang tergenang air yang cukup tinggi? Langkah apa sebaiknya yang harus dilakukan?” tanyanya. Ia berharap pertanyaannya juga bermanfaat bagi pengendara mobil lainnya.

Pertanyaan ini rasanya memang sangat ingin diketahui para pengendara mobil matik. Perbedaan konstruksi dan komponen antara transmisi matik dan manual memerlukan perlakukan khusus. Ada yang berpendapat bahwa bila dibandingkan dengan mobil bertransmisi manual, kerusakan akibat tergenang air yang dialami mobil matik akan lebih merepotkan.

Kekhawatiran itu ada benarnya. Kendati demikian, kita tetap dapat berkendara dengan mobil matik di musim hujan. Sama seperti berkendara dengan transmisi manual, usahakan jangan sampai air masuk ke mesin. Air mungkin saja masuk melalui saringan udara dan knalpot. Untuk mencegah ini, usahakan RPM tetap tinggi dan memposisikan stick transmisi di “L” atau “2”.

Usahakan pula agar air tidak sampai menyelinap ke transmisi. Air yang masuk dapat tercampur dengan oli dan merusak transmisi matik. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli pada transmisi matik juga berfungsi sebagai penghantar tenaga. Kualitas dan kuantitas oli pada transmisi matik harus mendapat perhatian ekstra agar kinerja transmisi matik tetap terjaga.

Jika mobil sempat tergenang air, atau melewati jalan yang banjir bergegaslah untuk memeriksa kualitas oli transmisi. Buka deep stick, dan lihat apakah oli mengalami perubahan warna. Jika warna oli transmisi sudah seperti susu, ini tandanya ada air yang masuk ke transmisi. Bila sudah demikian, sebaiknya jangan teruskan untuk menghidupkan mesin apalagi menjalankan mobil matik Anda. Segera minta bantuan supaya mobil Anda “digendong” ke bengkel resmi.

==============================================
from :

http://www.astraworld.com/?act=tips&id=2007120509040040

Tak Perlu Panik Menanjak dengan Transmisi Matik

AstraWorld pernah mengulas cara terbaik dalam memindahkan transmisi dari posisi “D” ke “R” pada transmisi matik. Artikel yang berasal dari pertanyaan anggota AstraWorld ini dapat dibaca dengan meng-click LINK ini. Untuk menambah pengetahuan tentang transmisi matik, AstraWorld kembali membahas pertanyaan yang diajukan seorang anggota AstraWorld melalui customerservice@astraworld.com.

Berhubung baru memakai mobil bertransmisi automatic, ia kurang paham cara menggunakannya. Apalagi ketika mobilnya diajak menempuh medan yang turun naik seperti di kawasan puncak. Tatkala mobilnya sedang diajak menanjak, tenaga mesin terasa berkurang. Kontan saja ia langsung menginjak pedal gas dengan harapan tenaga bertambah agar mobil kuat menanjak. Tak disangka, transmisi berpindah. “Apa memang begitu?” tanyanya memastikan benar atau tidak caranya menggunakan transmisi matik di saat menempuh jalan yang menanjak.

Cara di atas kurang tepat. Meskipun mobil mungkin saja sanggup menanjak, tapi mesin terasa berat dan konsumsi bahan bakar akan menjadi jauh lebih boros.

Tenaga mesin yang terasa lemah dan bergesernya transmisi ketika pedal gas diinjak sangat mungkin terjadi saat berkendara dengan transmisi matik di jalur yang menanjak, apalagi jika tanjakannya terjal (dengan kemiringan sekitar 45 derajat). Sebaiknya, jika menempuh jalur menanjak yang terjal letakkan transmisi di posisi “2” atau “L”. Keluhan semacam kasus di atas niscaya tak akan muncul.

Sebab, saat menempuh medan menanjak berarti beban mesin bertambah berat. Agar bisa terangkat, mobil perlu momen yang besar. Nah, momen yang besar terdapat di posisi “2” atau “L”. Jika transmisi ditempatkan selain pada posisi itu, momennya pasti kecil sehingga mesin terasa kurang tenaga dan seolah tak mampu melibas tanjakan. Masalahnya, ketika pengendara mengatasi “kurang tenaga” dengan menginjak pedal gas, gigi transmisi praktis akan berpindah.

Demikianlah cara kerja transmisi matik. Bagi sebagian orang, kadangkala pengalaman semacam ini dapat memicu kepanikan saat berkendara. Perangkat ini memang didesain sedemikian rupa sehingga gigi transmisi dapat bergeser tanpa perlu dipindahkan pengendara. Perpindahan gigi ditentukan oleh signal-signal yang berasal dari pedal gas dan kecepatan mobil.

Jadi, saat akan melibas jalur menanjak yang cukup terjal, posisikanlah transmisi di “2” atau “L”. Tapi ingat, begitu mobil selesai melibas tanjakan (mobil kembali di jalur datar), segera pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi (jika sebelumnya di posisi “2”, pindahkan ke “D”. jika sebelumnya di posisi “L” pindahkan ke “2” lalu “D”. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen transmisi matik.
AstraWorld pernah mengulas cara terbaik dalam memindahkan transmisi dari posisi “D” ke “R” pada transmisi matik. Artikel yang berasal dari pertanyaan anggota AstraWorld ini dapat dibaca dengan meng-click LINK ini. Untuk menambah pengetahuan tentang transmisi matik, AstraWorld kembali membahas pertanyaan yang diajukan seorang anggota AstraWorld melalui customerservice@astraworld.com.

Berhubung baru memakai mobil bertransmisi automatic, ia kurang paham cara menggunakannya. Apalagi ketika mobilnya diajak menempuh medan yang turun naik seperti di kawasan puncak. Tatkala mobilnya sedang diajak menanjak, tenaga mesin terasa berkurang. Kontan saja ia langsung menginjak pedal gas dengan harapan tenaga bertambah agar mobil kuat menanjak. Tak disangka, transmisi berpindah. “Apa memang begitu?” tanyanya memastikan benar atau tidak caranya menggunakan transmisi matik di saat menempuh jalan yang menanjak.

Cara di atas kurang tepat. Meskipun mobil mungkin saja sanggup menanjak, tapi mesin terasa berat dan konsumsi bahan bakar akan menjadi jauh lebih boros.

Tenaga mesin yang terasa lemah dan bergesernya transmisi ketika pedal gas diinjak sangat mungkin terjadi saat berkendara dengan transmisi matik di jalur yang menanjak, apalagi jika tanjakannya terjal (dengan kemiringan sekitar 45 derajat). Sebaiknya, jika menempuh jalur menanjak yang terjal letakkan transmisi di posisi “2” atau “L”. Keluhan semacam kasus di atas niscaya tak akan muncul.

Sebab, saat menempuh medan menanjak berarti beban mesin bertambah berat. Agar bisa terangkat, mobil perlu momen yang besar. Nah, momen yang besar terdapat di posisi “2” atau “L”. Jika transmisi ditempatkan selain pada posisi itu, momennya pasti kecil sehingga mesin terasa kurang tenaga dan seolah tak mampu melibas tanjakan. Masalahnya, ketika pengendara mengatasi “kurang tenaga” dengan menginjak pedal gas, gigi transmisi praktis akan berpindah.

Demikianlah cara kerja transmisi matik. Bagi sebagian orang, kadangkala pengalaman semacam ini dapat memicu kepanikan saat berkendara. Perangkat ini memang didesain sedemikian rupa sehingga gigi transmisi dapat bergeser tanpa perlu dipindahkan pengendara. Perpindahan gigi ditentukan oleh signal-signal yang berasal dari pedal gas dan kecepatan mobil.

Jadi, saat akan melibas jalur menanjak yang cukup terjal, posisikanlah transmisi di “2” atau “L”. Tapi ingat, begitu mobil selesai melibas tanjakan (mobil kembali di jalur datar), segera pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi (jika sebelumnya di posisi “2”, pindahkan ke “D”. jika sebelumnya di posisi “L” pindahkan ke “2” lalu “D”. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen transmisi matik.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 26,154 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: