tabrak lari

Posted on March 2, 2008. Filed under: MyFamily, renungan |

Hari Minggu pukul 2 maret 2008, saya beserta istri saya yang sedang hamil,
anak saya berumur 2 tahun dan pengasuhnya hendak pergi ke sebuah mall di daerah cilandak

hari itu minggu pagi pukul sekitar 9:30 .. jalan relatif kosong seperti biasanya pada hari minggu pagi lainnya
saya mengambil jalur paling kanan, sementara jalur jalur lain di depan saya sangat kosong …

pada saat saya kendaraan berada di sekitar tempat pencucian mobil, sebelum lampu merah republika
tiba tiba ada sebuah mobil nissan livina abu warna abu abu (B ____ NU) dengan kecepatan tinggi memotong jalur saya
(entah dengan alasan apa padahal jalan relatif kosong) dan mobil itu menambrak sisi kiri depan dari mobil saya.

tentunya karena ditabrak dengan kecepatan tinggi getarannya terasa sekali apalagi istri saya yang kebetulan
duduk di kiri depan.
saya menduga setelah tabrakan tersebut mobil Grand livina tersebut akan segera menepi, tetapi di luar dugaan saya
mobil tersebut
malah melarikan diri dan mempercepat kendaraannya. Saya berusaha mengejar akan tetapi juga tidak dapat terlalu
kencang karena masih shock dan mengingat saya membawa istri dan akan saya.

Saya berusaha mengejar sambil membunyikan klakson dan memberikan lampu akan tetapi sepertinya mobil livina
itu akan berhasil kabur saya akan tetapi karena kondisi menjelang
lampu merah mangga besar _ pasar minggu agar ramai, livina abu abu itu tidak dapat memacu
kendaraannya, somehow saya berhasil tepat berada di belakang livina tersebut.

Saya mengklakson dan memberikan tanda lampu agar livina tersebut segera meminggirkan kendaraanya, akan tetapi
tetap saya livina tersebut tetap tidak mau menepi, selepas lampu merah mangga besar saya berhasil memotong jalur
livina tersebut baru livina tersebut mau menepi.

Untungnya tak berapa lama kemudian polisi datang dan menjadi penengah …. walaupun sampai sekarang persoalan
nya belum juga selesai

yang bikin saya tidak mengerti bagaimana orang orang di Jakarta or at least si pengendara Grand Livina tersebut
sudah kehilangan hati nurani, bagaimana kalau dia yang berada di posisi saya dan dia sedang membawa anak dan
istrinya.

Tabrakan / kecelakaan menurut saya ada bagian dari hidup berkendara di Jakarta, namun tidak untuk tabrak lari ..

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 26,146 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: