Totalitas cinta Disney

Posted on June 23, 2008. Filed under: Uncategorized |

Totalitas cinta Disney
oleh : Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center
http://web.bisnis.com/kolom/2id1248.html

Apa pekerjaan yang Anda pilih seandainya bisa bekerja
di Disneyland? Bayangkan apa saja. Mungkin Anda
nakhoda Jungle Cruise, memunguti sampah, menjelajahi
Rivers of America. Atau Anda menjadi salah satu
“sahabat” Mickey Mouse, atau bahkan Presiden
Disneyland Resort. Akan tetapi, apa pun kedudukan
Anda, pada hari pertama bekerja Anda harus mengikuti
orientasi kelas yang dikenal dengan “Disney
Traditions”. Di sini Anda akan mempelajari misi
perusahaan, dan tugas nomor satu Anda dinyatakan dalam
tiga kata: We Create Happiness (Kami menciptakan
kebahagiaan).

Dampak dari mission statement ini sungguh luar biasa.
Siapa yang tak senang bekerja di sebuah perusahaan
yang produknya adalah “menciptakan kebahagiaan”?
Namun, bukan di situ intinya. Ketika nilai itu meresap
ke dalam hati pegawai, yang muncul adalah pelayanan
penuh tanggung jawab kepada setiap pelanggan.

Sebuah kisah nyata terjadi pada seorang pegawai
berusia 18 tahun, yang tugasnya adalah menjual
popcorn. Sepanjang hari, pekerjaannya adalah
mem-bikin, membungkus dan menjual popcorn. Suatu hari
dari dalam kereta popcorn-nya, di sela-sela melayani
pengunjung, tatapan matanya menumbuk ke dua perempuan
tua yang bergantian memotret di depan kastil.

Si penjual popcorn mendekati mereka dan menanyakan
apakah mereka ingin dibantu untuk berfoto bersama.
Tawaran itu disambut dengan senang hati. Setelah dua
perempuan itu mengucapkan terima kasih, si penjual pun
kembali asyik dengan pekerjaannya.

Tiga bulan kemudian, salah satu dari dua perempuan itu
menulis surat ke manajemen Disneyland. Isinya:
Beberapa bulan lalu, saya bersama saudara saya pergi
ke Disneyland. Saat di sana seorang penjual popcorn,
entah siapa namanya, membantu kami berfoto bersama di
depan kastil. Silakan lihat cetakan foto terlampir.

Apa yang tak diketahui penjual popcorn itu adalah
bahwa saya dan saudara saya saat itu sudah 20 tahun
tidak saling bicara. Ketika saya tahu dia menjalani
perawatan karena kanker, kami janjian datang ke tempat
rekreasi Anda dan menghabiskan waktu bersama.

Foto yang Anda lihat itu adalah satu-satunya foto kami
yang dibuat dalam waktu sekitar 20 tahun. Saya sungguh
berterima kasih kepada penjual popcorn yang memfoto
kami. Saya sangat berutang budi atas kenangan terakhir
ini.

Tak diketahui pasti apakah penjual popcorn itu
mendapat penghargaan atau imbalan tertentu atas
perbuatannya. Akan tetapi, saya yakin penjual popcorn
itu merasakan suatu kebahagiaan sejati yang bukan
disebabkan oleh pemberian yang dia terima tapi oleh
perbuatan mulianya membantu orang lain, perbuatan
menciptakan kebahagiaan. Inilah perbuatan yang
didorong oleh komitmen spiritual, bukan emosional,
apalagi material.

Disneyland adalah satu bagian dari imperium raksasa
bisnis hiburan dunia, The Disney Company, yang
dibangun Walt Elias Disney sejak 1920-an, dari sebuah
studio kartun nan sederhana. Disney sendiri, yang
lahir pada 5 Desember 1901, dikenal sebagai produser
film, sutradara, penulis skrip, aktor suara, animator
yang 59 kali menjadi nominator Academy Awards dan
meraih 26 Piala Oscar.

Dia juga perancang taman hiburan (theme parks) yang
mumpuni. Tentu saja, di luar bakat multinya sebagai
seniman, Disney juga memiliki ketajaman indera bisnis
yang luar biasa. Kini, pendapatan tahunan grup Disney
Company sekitar US$35 miliar.

Angka itu memang tidak pernah diketahui Disney, yang
wafat pada 15 Desember 1966, kurang dari setahun
sebelum upacara pembukaan Walt Disney World Resort
yang mengharukan pada Oktober 1967. Adik Disney, Roy
Disney, berpidato. Setelah itu dia meminta istri
Disney, Lillian, maju ke pentas ditemani Mickey Mouse,
diiringi orkestra yang memainkan lagu When You Wish
Upon a Star. Roy mengajukan pertanyaan, “Lilly, engkau
tahu semua ide dan harapan Walt, di samping ide dan
harapan orang lain; apa kata Walt seandainya melihat
Walt Disney World?” Lillian menjawab, “Saya kira Walt
sudah melihatnya.”

Jawaban itu menyiratkan bahwa Disney tidak semata-mata
terlibat secara mendalam pada produk yang dihadirkan
Disney Company. Namun, produk, juga tradisi korporat
Disney Company sesungguhnya bersumber dari filosofi,
nilai-nilai, dan komitmen total Disney serta visinya
yang jauh ke depan.

Bukan rahasia lagi bahwa film-film Disney atau theme
park yang dirancangnya di mana pun seperti tak punya
plafon dana demi menghadirkan sesuatu yang terbaik.
Begitu besarnya modal yang dia pertaruhkan, hingga
para bankir dan kompetitor menyebut dia gila. Walt
Disney pernah menggarap ulang secara utuh satu film
animasi kartun hitam putih karena teknologi warna
muncul. Perusahaannya bisa dibilang nyaris bangkrut
demi membiayai proyek itu. Film berjudul Flowers &
Trees itu pun meraih Oscar.

Ketika suara hati visioner-nya bicara, dan melampaui
jangkauan pikiran kebanyakan orang, Disney memang
harus mengerahkan tenaga atau modal yang menurut
ukuran orang kebanyakan terlalu besar. Namun akhirnya,
visi yang kuat itu memberi hasil yang lebih pula.
Salah satu kutipan terkenal dari Disney adalah,
“Apabila Anda bisa mengimpikan sesuatu, Anda pasti
bisa meraihnya.”

Tradisi lain Disneyland yang juga merupakan wujud dari
suara hati atau kecerdasan spiritual Disney adalah
Disneyland never sleeps. Begitu Disneyland tutup,
pekerjaan pemeliharaan dimulai. Pada permulaan setiap
hari, Disneyland tampak seperti ketika hari pembukaan
pada 17 Juli 1955. Ini tidak hanya memberi pengunjung
pengalaman lebih baik, tapi juga menciptakan atmosfer
lebih baik bagi para pegawai. Pada malam hari, semua
tampak seperti baru. Untuk ini bukan satu atau dua
orang yang dipekerjakan, tetapi ratusan.

Tradisi ini bersumber dari kata-kata Walt Disney bahwa
“Disneyland adalah sebuah pekerjaan cinta. Kami tidak
masuk ke Disneyland hanya dengan ide menghasilkan
uang… bahkan menjaga kebersihan Taman butuh biaya
besar. Ada yang menyarankan, ‘Walt, jika kita
memangkas pemeliharaan, kita bisa menghemat banyak
uang.’ Tapi, saya tidak percaya dengan itu -ini
seperti pertunjukan lain di jalanan. Harus tetap
dijaga kesegaran dan kebersihannya.”

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 26,146 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: